Minggu, 31 Maret 2013

Kesehatan Mental


 Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penanggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan  perawatan. Pendidikan kesehatan adalah proses membantu seseorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain. Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan.
·        Konsep Sehat Berdasarkan Dimensi-Dimensi

ü  Dimensi Emosi
Goleman menyebutkan emosional merupakan hasil peleburan dari rasa takut, gelisah, senang, sedih , dan marah.
ü  Dimensi Intelektual
Memecahkan suatu permasalahan yang ada dengan pikiran yang tenang, yang dapa memecahkan masalah tersebut dengan efektif.
ü  Dimensi Sosial
Seseorang dapat melakukan perannya dalam lingkup yang lebih besar dan dapat berinteraksi dengan baik.
ü  Dimensi Fisik
Suatu kondisi tubuh yang diharuskan dengan kondisi tubuh sehat.
ü  Dimensi Spiritual
Spiritual merupakan kehidupan kerohanian. Dengan menyerahkan diri dengan bersujud dengan kepercayaan agama masing-masing.







·        Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental
Ø  Zaman Prasejarah
Manusia purba sering mengalami gangguan mental atau fisik, seperti infeksi, artritis, dll.
Ø  Zaman Peradaban Awal
1. Phytagoras (orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental)
2. Hypocrates (Ia berpendapat penyakit / gangguan otak adalah penyebab penyakit mental)
3. Plato (gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagiaan lagi dari dewa dewa)
Ø  Zaman Renaissesus
Pada zaman ini di beberapa negara Eropa, para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul.
Ø  Era Pra Ilmiah
1. Kepercayaan Animisme
Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.
2. Kepercayaan Naturalisme
Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda.
Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat polotik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.
Ø  Era Modern
Perubahan luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics (orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur dengan air.
Rush melakukan suatu usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut melalui penulisan artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.
Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the MentalHygiene Movement. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi.
Secara hukum, gerakan mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang berisi program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat.
Bebarap tujuan yang terkandung dalam dokumen tersebut meliputi
1) Meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat, melalui penelitian, investigasi, eksperimen, penayangan kasus-kasus, diagnosis, dan pengobatan.
2) Membantu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitiannya.
3) Memberikan latihan terhadap para personel tentang kesehatan mental.
4) Mengembangkan dan membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan, diagnosis, dan pengobatan terhadap para pengidap gangguan mental.
Pada tahun 1950, organisasi mental hygiene terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National Association for Mental Health. Gerakan mental hygiene ini terus berkembang sehingga pada tahun 1975 di Amerika terdapat lebih dari seribu perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui The World Federation forMental Health dan The World Health Organization.

·         Pendekatan Kesehatan Masyarakat
1.   Orientasi Klasik
Kesadaran tentang perlunya perlakuan yang lebih manusiawi terhadap penyandang gangguan mental. Pengertian klasik mengandung arti sempit, karena kajian ilmu kesehatan mental lebih diperuntukkan bagi orang yang mngalami gangguan dan penyakit jiwa. Intervensi biologis-medis terapeutik dan kuratif, penyembuhan konflik-konflik dan trauma masa lalu.
2.   Penyesuaian Diri
Mengacu pada kemampuan individu untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan diri sendiri dan norma sosial. Normal-mampu menyesuaikan diri, terhindar dari konflik-belajar respon yang adaptif.
3.   Pengembangan Potensi
Setiap orang memiliki kekuatan positif dan korektif. Pelepasan sumber-sumber yang tersembunyi dari bakat, kreatifitas, energy dan dorongan (Schultz, 991).

·         Teori Kepribadian Sehat
1.   Aliran Psikoanalisa
-       Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis dan pengalaman-pengalaman dini
-       Manusia sebagai homo valens dengan berbagai dorongan dan keinginan
-       Motif-motif dan konflik tak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang
-       Manusia didorong oleh dorongan seksual agrasif
-       Perkembangan dini penting karna masalah-masalah kepribadian berakar pada konflik-konflik masa kanak-kanak yang direpresi
Dalam aliran psikoanaliasa ini bisa dibilang manusia adalah korban tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak. Aliran ini melihat dari sisi negative individu, alam bawah sadar (id, ego, superego, mimpi, dan masa lalu).
2.   Aliran Behavioristik
-       Mementingkan faktor lingkungan
-       Menekankan pada faktor bagian
-       Menekankan pada tingkah laku yang Nampak dengan mempergunakan metode obyektif
-       Sifatnya mekanis
-       Mementingkan masa lalu
Aliran ini menganggap manusia yang memberikan respons positif yang berasal dari luar. Dalam aliran ini manusia dianggap tidak memiliki sikap diri sendiri. Dan ciri-cirinya yaitu: tersusun baik, teratur dan ditentukan sebelumnya dengan banyak spontanitas, kegembiraan hidup dan kreatifas.
3.   Aliran Humanistik
4.   Pendapat Allport
Beliau lebih optimis tentang kodrat manusia dan ia memperlihatan keharuan yang luar biasa terhadap manusia. Sifat-sifat tampak bersumber pada anak-anaknya. Orang tua menekankan kerja keras dan mereka membentuknya dengan kasih sayang. Semangat peri kemanusiaan ditanamkan pada keluarga mereka dan Allport yang masih muda dituntut untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam masalah-masalah kehidupan. Teori-teori yang dikembangkan oleh Allport banyak direduksi dari pengalaman pribadinya. Seperti pandangannya tentang teori kodrat kepribadian. Allport menggambarkan kodrat manusia terdiri dari beberapa komponen dasar seperti pandangan yang positif, penuh harapan dan menyanjung-nyanjung. Disinilah letak perbedaan antara Freud dan Allport, dia tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh pikiran-pikiran bawah sadar, kekuatan yang tidak dapat dlihat dan dipengaruhi. Allport percaya bahwa kekuatan-kekuatan tak sadar itu merupakan pengaruh yang penting pada tingkah laku orang-orang yang neuritis. Akan tetapi individu yang sehat yang berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari sepenuhnya kekuatan-kekuatan yang membimbing mereka dan dapat mengontrol kekuatan-kekuatan itu juga. Allport berpendapat bahwa sebagian dari kepribadian manusia hanya sedikit yang besar dari dorongan yang sehat. Organisme perlu mempertahankan suatu tingkat kepuasan tertentu untuk mendorong unsur biologis terhadap makanan, air, seks dan tidur. Apabila orang itu sehat, maka ia membutuhkan makanan dan istirahat. Selanjutnya apabila orang itu sakit, maka ia akan membutuhkan aktivitas yang baru dan mulai mengerjakan suatu kegemaran. Misalnya membaca suatu buku yang membangkitkan semangat.
5.   Pendapat Carl Rogers
Self adalah apa yang manusia rasakan didalam dirinya. Didalam self terdapat 2 bagian yaitu ideal self dan reality self. Ideal self adalah diri yang diharapkan individu, sedangkan reality self adalah kenyataan yang ada pada dalam diri individual keadaan apa adanya pada diri individu. Kesulitan akan timbul bila tidak terjadi ketidaksesuaian antara persepsi tentang diri dengan ideal self nya (kesenjangan antara harapan dan realita). Individual yang sehat adalah individu yang jarak reality self dan ideal self tidak terlalu jauh. Self merupakan satu-satunya struktur kepribadian yang sebenarnya. Dengan kata lain self terbentuk melalui deferensiasi medan fenomena dan melalui introjeksi nilai-nilai orang tertentu serta dari distorsi pengalaman. Self bersifat integral dan konsisten. Pengalaman yang tidak sesuai dengan struktur self dianggap ancaman dan self dapat berubah sebagai akibat kematangan biologik dan belajar. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri. Ciri-ciri yang dianggap menjadi bagian dari dirinya misalnya, orang mungkin menganggap dirinya sebagai: “Saya cerdas, menyenangkan, jujur, baik hati dan menarik”. Alwisol (2006: 322)
Peranan Positive Regard dalam kepribadian individu ?
Peranan Positive Regard adalah sebagai suatu kebutuhan yang memaksa dan menyerap, dimiliki oleh semua manusia: setiap anak terdorong untuk mencari positive regard. Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, dan cinta dari orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard, yang terbagi lagi menjadi 2 yaitu conditional positive regard (bersyarat) dan unconditional positive regard (tak bersyarat).
6.   Pendapat Abraham Maslow
Beliau dapat dipandang sebagai bapak dari Psikologi Humanistik. Gerakan ini merasa tidak puas terhadap Psikologi Behavioristik dan Psikoanalisis. Menurut Maslow psikologi harus lebih manusiawi, yaitu lebih memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah kemanusiaan. Psikologi harus mempelajari kedalaman sifat manusia. Selain mempelajari yang nampak, juga mempelajari perilaku yang tidak nampak. Mempelajari ketidak sadaran sekaligus mempelajari kesadaran. Introspeksi sebagai suatu metode penelitian yang telah disingkirkan, harus dikembalikan lagi sebagai metode penelitian psikologi.
Ada 4 ciri psikologi yang berorientasi humanistik, yaitu :
1.     Memusatkan perhatian pada person mengalami, dan karenanya berfokus pada pengalaman sebagai fenomena primer dalam mempelajari manusia.
2.     Menekankan pada kualitas-kualitas yang khas manusia, seperti kreativitas, aktualisasi diri, sebagai lawan pandang tetang manusia yang mekanistis dan reduksionistis.
3.     Menyadarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan prosedur-prosedur penelitian yang a digunakan.
4.     Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang tinggi pada kemuliaan dan martabat manusia serta tertarik pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu.
7.   Pendapat Erich Fromm
Kepribadian sehat menurut Erich Fromm adalah teori yang menggunakan pendekatan sosial psikologis dimana pemusatan perhatiannya pada penguraian cara-cara dimana struktur dan dinamika-dinamika masyarakat tertentu membentuk para anggotanya sehingga karakter para anggotanya tersebut sesuai dengan nilai yang ada pada masyarakat. Karena pada dasarnya manusia terpisah dari alam dan dari sesamanya maka cara mempersatukan adalah melalui belajar bagaimana mencintai atau bagaimana menemukan keamanan dengan menyelaraskan keinginannya dengan masyarakat yang otoriter, karena manusia adalah makhluk yang memiliki kesadaran akal sehat daya akal, kesanggupan untuk mencintai, perhatian tanggung jawab integritas bisa dilukai mengalami kesedihan sehingga apabila dalam kaitannya manusia kurang dalam menanggapi hal yang disebutkan tersebut maka manusia tersebut bisa ikatakan tidak sehat secara mental menurut Erich Fromm.

·        Daftar Pustaka



Kamis, 10 Mei 2012

DEPRESI


DEPRESI

            Setiap orang hamper pernah mengalami depresi pada saat-saat tertentu, seperti misalnya sedih, lesu, tidak minat pada aktivitas apapun meski menyenangkan. Situasi yang menjadi penyebab utama depresi adalah kegagalan di sekolah, di tempat kerja, atau kegagalan dalam hal cinta. Depresi dianggap abnormal ketika depresi tersebut di luar kewajaran dan berlanjut sampai saat dimana kebanyakan orang sudah dapat pulih kembali. Depresi pada orang normal dapat diartikan sebagai keadaan murung (kesedihan, patah hati, dan patah semangat) yang ditandai dengan perasaan tidak puas, menurunnya aktivitas, dan pesimisme di dalam menghadapi masa dating. Sedangkan, depresi secara abnormal dapat diartikan sebagai ketidakmauan yang ekstrim untuk merespons stimulus dan disertai menurunnya nilai diri, ketidakmampuan, delusi, dan putus asa. Penderita depresi tidak mampu mengambil keputusan untuk memulai suatu kegiatan atau memusatkan perhatiannya kepada sesuatu yang menarik. Dalam taraf yang ekstrim, penderita dapat disertai adanya kecemasan dan bisa jadi mencoba untuk bunuh diri.

PERASAAN


PERASAAN

                Kita adalah manusia yang rasional. Kita mengutamakan cara berfikir rasional yang berusaha memuaskan motif kita dengan cara yang intelegen . Sampai taraf tertentu kita hanya berbuat seperti itu, tetapi kita juga manusia yang emosional---lebih emosional dari an sering kita sadari. Bahkan, hampir semua affair kehidupan sehari-hari diwarnai dengan perasaan dan emosi. Kenikmatan dan kesengsaraan, kegairahan dan kekecewaan, cinta dan takut, daya tarik dan hal yang menjijikkan, harapan dan kecemasan---semua itu dan lebih banyak lagi perasaan yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari.
            Hidup akan terasa kering tanpa perasaan-perasaan seperti itu. Mereka member warna dan bumbu dalam kehidupan; mereka adalah saus yang menambah kesenangan dan kenikmatan untuk hidup kita. Kita mengantisipasi pesta dan kencan kita dengan kesenangan; kita mengingat dengan sinar yang hangat kepuasan yang kita dapatkan dari mendapatkan prestasi yang baik, bahkan kita sering mengingat kembali sebagai hiburan kekecewaan yang pahit di masa kecil. Dengan kata lain, bila emosi kita terlalu intens dan terlalu mudah dipengaruhi, maka dengan mudah menyebabkan kita dalam bahaya. Mereka dapat membengkokkan penilaian kita , mengubah teman menjadi musuh, dan membuat kita sengsara, seperti kita sakit demam.
            Alasan mengapa emosi banyak sekali definisinya adalah karena emosi mempunyai banyak sekali aspek, suatu emosi memiliki banyak aspek pada satu hal. Berusaha untuk sampai pada suatu definisi yang komprehensif tentang emosi menyatakan bahwa emosi seharusnya :
1.      Mengatakan sesuatu tentang apa yang kita rasakan ketika kita sedang emosional,
2.      Menyebut secara psikologis atau secara badaniah, dasar dari perasaan emosional,
3.      Berpengaruh emosi dalam persepsi, pikiran dan perilaku,
4.      Menjelaskan dorongan, atau motivasional, perlengkapan dari emosi-emosi tertentu seperti takut dan marah,
5.      Menunjukkan ke acara bagaimana emosi diekspresikan dalam bahasa, ekspresi wajah, dan gesture (bahasa tubuh)


YANG AKAN MENDOAKAN KITA


YANG AKAN MENDOAKAN KITA

            Seorang pengusaha sukses jatuh dikamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di Rumah Sakit di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya. Malaikat memulai pembicaraan, “kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!”. “Kalau hanya 50 orang, itu mah gampang..” kata si pengusaha ini dengan yakinnya. Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan dating 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati. Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali megunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, “apakah besok pagi aku sudah pulih ? pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit”. Dengan lembut si Malaikat berkata, “anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu”. Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layer besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Dilayar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka. Kata malaikat, “aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu”. Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, “Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu  hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapan-Mu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri”. Dan itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir dipipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat. Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air matamulai mengalir dipipi sag pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari  betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya. Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya yang sudah terlambat! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang! Dengan setengah bergumam dia bertanya, “apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?” . Jawab si Malaikat “ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah”. Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan istri yang setia menjaganya sepanjang malam. Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit  dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidurdi kursi sambil memangku si bungsu. Bukankah itu panti asuhan ? kata si pengusaha pelan. Benar anakku, kau pernah memeri bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca Koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar dikoran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa untuk kesembuhanmu.
            Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain. Ketikakita mengingat seramg sahabat/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal kita harus berdoa bagi dia, mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.